MENJADI ISTRI TAK SEMANIS FOTO DI MEDSOS

Artikel Grand Tjokro Jakarta

image

MENJADI ISTRI TAK SEMANIS FOTO DI MEDSOS

Menikah merupakan ibadah. Sebaik-baiknya lelaki ialah yang dengan berani datang menemui kedua orang tua wanita yang dicintainya, meminta anak gadisnya untuk dicintai. Namun, yang sering terlupakan ialah kesiapan lahir-batin yang harus dimiliki oleh calon pengantin.

Selain membutuhkan kesiapan secara finansial, menikah juga perlu kesiapan mental. Sebab, menikah bukan hanya sekadar “pacaran sehat” saja, tapi juga permasalahan dalam rumah tangga yang tidak semudah ketika berpacaran. Saat berpacaran, kita bisa saja memutuskan hubungan ketika merasa tidak cocok, tapi lain halnya dalam pernikahan. Kita harus memikirkan banyak hal sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah. Sejatinya, perpisahan pasti akan melukai kedua belah pihak.

Data Kementerian Agama pada Agustus 2020 menyebutkan, setidaknya ada 306.688 kasus perceraian dalam rentang waktu Januari 2020 hingga Agustus 2020. Jumlah perceraian mengalami peningkatan dari tahun 2019 yang berjumlah 408.618 selama Januari 2019 hingga Desember 2019. Lantas, apa  penyebab pernikahan gagal? Jawabannya, karena pernikahan tidak seindah apa yang kita lihat di media sosial. Pun menjadi seorang istri tidaklah semanis unggahan di media sosial.

Tidak ada buku panduan menjadi istri, sama halnya dengan tidak ada buku panduan menjadi seorang ibu. Namun, ada beberapa hal yang mesti ada ketahui agar rumah tangga harmonis. Hal pertama yang perlu kita pahami ialah memahami perbedaan mendasar antara sifat egois lelaki dan sifat sensitif wanita.

Kenapa lelaki cenderung egois dan hal apa yang menjadi ego terbesar lelaki? Kata ego sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti diri atau saya. Ego pria tidak hanya refleksi dari diri pribadi mereka, tapi juga definisi budaya tentang maskulinitas dan gagasan mengenai cara berpikir dan bertindak mereka yang sesungguhnya. Itulah sebabnya identitas pria dibentuk oleh pengaruh sosial. Dalam budaya patriarki lelaki diharuskan memiliki jiwa pelindung yang mengayomi terlebih pada wanita. Namun, tidak semua lelaki memiliki kematangan emosional dan intelektual. Hal itulah yang membuat lelaki sulit membedakan antara sikap mengayomi dengan sikap egois.

Penelitian di Institut Universitaire en Sante Mentale de Monreal dan University of Montral menyebutkan, bahwa pria dan wanita memiliki rangsangan emosional yang berbeda. Hal itu disimpulkan berdasarkan saat pria dan wanita memandang gambar negatif, sistem limbik (pusat ingatan dan emosi) di otak mereka memiliki reaksi yang berbeda. Sistem limbik pada wanita lebih berkembang dari pada pria, hal inilah yang membuat kenapa wanita lebih sensitif.

Hal kedua yang diperlukan agar rumah tangga langgeng adalah cinta. Salah satu penyebab kegagalan dalam pernikahan yaitu  persepsi salah mengenai cinta. Cinta bukan hanya sekada perasaan yang menyenangkan, tapi lebih dari itu, cinta adalah komitmen, janji untuk tetap setia. Tanpa adanya komitmen, cinta yang kita miliki akan pudar ditelan waktu.

Selain dua hal di atas, ada beberapa tip cara membina rumah tangga yang baik , di antaranya :

  1. Membiasakan sikap terbuka dan jujur kepada suami.     
  2. Membangun komunikasi yang baik. Biasakan untuk berdiskusi dengan suami sebelum mengambil keputusan. Mintalah pendapat dan izinnya. Jika anda memiliki keluhan, bicarakan dengan kepala dingin bersama suami, menjaga intonasi agar tetap terdengar lembut, beri pengertian pada suami dan mencari solusinya bersama.
  3. Ikhlas melayani dan menolong suami. Memang benar kalau suami bertanggung jawab atas sandang, pangan dan papan istrinya. Namun, istri juga perlu membantu suami dalam urusan domestik.
  4. Menyenangkan suami juga trik jitu agar suami betah di rumah. Banyak hal yang bisa anda lakukan, misalnya saja berhias dan merawat diri. Berikan penampilan terbaik untuk suami. Cara lainnya dengan memanjakan lidah serta perut suami, atau menyenangkannya dengan pijatan setelah suami lelah seharian bekerja.
  5. Jangan sungkan mengucapkan tiga kata ajaib : tolong, maaf dan terima kasih, dengan begitu suami akan merasa dihargai oleh istri.
  6. Bersikap lembut dan manis, jangan suka mengomel. Hasil dari survey menyebutkan bahwa rata-rata penyebab suami berselingkuh karena lelah mendengar istri selalu mengomel di rumah. Sehingga mereka memilih mencari pelarian di luar rumah.
  7. Menghormati mertua. Tidak sedikti menantu perempuan yang memiliki konflik dengan ibu mertuanya. Pemicunya bisa beragam, seperti rasa takut tersaingi oleh menantu, takut kehilangan perhatian anak. Namun, bagaimana pun mertua adalah orang tua kita juga yang harus kita hormati. Jangan menjauhkan suami dari orang tuanya, justru bantulah agar anak dekat dengan orang tua.
  8. Pandai mengelola keuangan. Penelitian menungatakan bahwa, wanita cenderung memiliki sifat konsumtif, tetapi sebagai istri, anda dituntut agar dapat mengelola uang yang diberikan suami dengan optimal.

Menjadi seorang istri memang bukanlah peran yang mudah untuk dijalani. Namun, pernikahan yang harmonis tidak tercipta dari sekadar angan dan impian, kan? Anda perlu berusaha mewujudkannya. Pernikahan harmonis adalah cara agar istri bahagia.

BOOK NOW!